Jika Anda mengetahui
istilah Jawa yang satu ini, pasti Anda akan teringat kisah kecil Anda ketika
orangtua melarang kita untuk keluar rumah diwaktu menjelang maghrib dan
setengah jam setelah sholat maghrib.

Istilah sendekala dalam
bahasa Jawa ini merupakan bentuk turunan dari “senja kala” yaitu waktu senja
dimana matahari terbenam dan sang mega mulai surup menghabiskan sisa-sisa sinar
terangnya. Dalam masyarakat Jawa mengenal senja kala sebagai sendekala, yang
merupakan waktu yang dianggap mistis sehingga mereka melarang anak – anak
mereka ketika memasuki waktu tersebut. Mereka percaya kalau sendekala
mengandung aura mistis yang membawa berbagai macam mala atau penyakit bagi tubuh dan juga pada waktu tersebut banyak
makhluk – makhluk astral yang berkeliaran. Pada waktu tersebut terdapat makhluk
– makhluk yang mereka sebut sebagai wilwa, genderuwo, kalong dan juga kolong
wewe. Dalam cerita mengenai sendekala, mereka mempercayai bahwa makhluk –
makhluk tersebut mengincar anak – anak yang bandel dan suka berkeliaran di luar
rumah saat waktu senja dan membawa anak tersebut ke suatu tempat yang asing dan
angker. Sehingga para orangtua akan mengatakan hal tersebut pada anak – anaknya
yang bandel dan suka keluar saat waktu senja. Mitos ini disampaikan secara
turun temurun dari generasi ke generasi, meski setiap generasi kadang tidak
tahu sebab kenapa bisa muncul mitos seperti itu, mereka hanya tau katanya, kata
Nenek atau kata orangtua terdahulu. Karena “katanya” itulah yang menjadikan
setiap generasi ke generasi tidak tahu menahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, sebenarnya istilah
Sendekala ini memiliki penjelasan secara logis menurut ilmu pengetahuan.
Dalam hadist Nabi Muhammad SAW
bersabda “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam
sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam
sampai menghilang kegelapan malam,” (Dari Jabir dalam kitab Sahih
Muslim).
Selain itu juga dijelaskan dalam
Sahih Muslim Nabi, bersabda: (Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi
bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, Jika sesaat dari
malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah
nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat
tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. dan tutup tempat makanan kalian dan
sebutlah nama Allah. meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.”
Nah, dalam hadits tersebut
jelaslah bahwa sebenarnya istilah sendekala yang dikenal oleh masyarakat Jawa
tidak hanya sebagai mitos belaka, melainkan berdasarkan fakta yang mendasar
pada hadits yang disampaikan oleh Baginda Rosul. Bahwa di waktu senja memang
terjadi perubahan gelombang udara yang menyebabkan para makhluk tak kasat mata
ini, bertebaran di mana-mana. Untuk itu, kita harus menjaga diri dari segala
aktifitas di luar ruangan, agar terhindar dari segala macam bentuk penyakit
yang dibawa oleh gelombang udara yang tak stabil.
Memang, diwaktu senja
terdapat perbedaan suhu dan temperatur udara yang mengalami perubahan, sehingga
tubuh harus dikondisikan dengan keadaan ini. Jadi, cerita tersebut bukanlah
mitos, melainkan fakta ! Fitri Wahyuningsih (F1G013031)
